Kabar Wilayah

Seminar Persaingan Usaha di Unibos, Kanwil VI KPPU Tekankan Peran Generasi Muda dalam Mewujudkan Ekonomi Berkeadilan

13 November 2025

Makassar (13/11) – Universitas Bosowa (Unibos) menyelenggarakan Seminar Persaingan Usaha bertema “Mengenal KPPU Lebih Dekat: Peran Generasi Muda dalam Mewujudkan Persaingan Usaha yang Sehat dan Berkeadilan”, bertempat di Gedung Lestari 45 Jalan Urip Sumoharjo Makassar. Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Makassar, Wakil Rektor III Unibos, Wakil Dekan II Fakultas Hukum Unibos, Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Dinas Pariwisata Kota Makassar, para dosen serta ratusan mahasiswa dari beberapa Fakultas yang berjumlah ± 200 orang. Adapun sesi materi diisi oleh 3 (tiga) orang narasumber, yaitu Dahliana Tanur (Plt. Kepala Kantor Wilayah VI KPPU Makassar), Prof. Dr. Muhlis Ruslan (Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unibos), dan Dr. Almusawwir (Dosen Fakultas Hukum Unibos). Tampak hadir juga, Charisma Desta Ardiansyah (Kepala Bidang Penegakan Hukum Kantor Wilayah VI KPPU Makassar). Melalui seminar ini, Universitas Bosowa kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi muda yang berdaya saing, peka terhadap isu-isu ekonomi nasional, dan siap menjadi pelaku usaha yang profesional serta berintegritas tinggi. Ketua panitia, Febriyandi, dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap terlaksananya kegiatan ini, termasuk Dinas Kebudayaan, Kantor Wilayah VI KPPU Makassar, dan UKM Kewirausahaan Universitas Bosowa. Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah untuk menciptakan iklim usaha yang berintegritas. “Kami berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan mahasiswa tentang bagaimana berwirausaha dengan jujur, sehat, dan sesuai aturan,” ujarnya. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III Universitas Bosowa, Prof. Dr. Seri Suriyani, yang mewakili Rektor. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pemahaman hukum dalam praktik usaha di era digital saat ini. “Persaingan itu wajar, tapi harus berada dalam koridor hukum. Generasi muda, khususnya mahasiswa, harus tahu batasan agar tidak terjerat pelanggaran usaha,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa pengetahuan mengenai peran KPPU sangat penting agar masyarakat tahu kemana harus melapor bila terjadi praktik usaha yang tidak sehat. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang turut memberikan sambutan, menyampaikan apresiasi terhadap Universitas Bosowa atas inisiatif menghadirkan kegiatan yang relevan dengan kondisi ekonomi saat ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi ruang penting untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran dan keadilan dalam dunia usaha sejak dini. “Seminar ini sangat penting untuk dipahami bersama, generasi muda harus disiapkan tidak hanya menjadi pelaku usaha yang kreatif, tapi juga yang menjunjung tinggi etika bisnis,” ujarnya. Dalam seminar tersebut, Dahliana menjelaskan bahwa KPPU tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pengawas, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam menciptakan lingkungan bisnis yang sehat dan berkeadilan bagi semua pemangku kepentingan. Melalui seminar ini diharapkan akan memberikan pemahaman lebih dalam kepada mahasiswa tentang peran penting KPPU dalam memastikan persaingan usaha yang sehat dan berkeadilan di Indonesia. Dalam paparannya, Dahliana menyampaikan tentang tugas, fungsi, kewenangan dan beberapa pencapaian KPPU. “Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KPPU untuk menumbuhkan kesadaran hukum dan semangat bersaing secara sehat di kalangan generasi muda, serta memperluas jejaring kerja sama dengan institusi pendidikan tinggi,” ucap Dahliana. “Kampus akan menjadi sangat strategis untuk mendesiminasikan nilai-nilai persaingan usaha yang sehat, karena kampuslah tempat belajar segala macam ilmu dan keterampilan sebelum siap terjun dalam masyarakat,” tutur Dahliana. Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif, di mana mahasiswa terlihat sangat antusias mengajukan pertanyaan.

Gambar Berita
Thumbnail 1
Thumbnail 2

BAGIKAN HALAMAN