Kabar Wilayah
Provinsi Jawa Barat pada Desember 2024 Mengalami Inflasi m-to-m Sebesar 0,35%
02 Januari 2025
Bandung (2/1) – Mengawali tahun 2025, Kepala Bidang Kajian dan Advokasi Kanwil III KPPU, Mansur, menghadiri Undangan Rilis Berita Statistik BPS Provinsi Jawa Barat bertempat di Aula BPS Provinsi Jawa Barat dengan materi Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK), Perkembangan Nilai Tukar Petani, Harga Gabah, dan Beras, Perkembangan Ekspor Impor, Perkembangan Pariwisata, Perkembangan Transportasi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) untuk Bulan Desember 2024.
Berita Rilis Statistik Provinsi Jawa Barat disampaikan oleh Ketua Tim Statistik Distribusi, Ninik Anisah. Provinsi Jawa Barat pada Desember 2024 mengalami inflasi m-to-m sebesar 0,35%. Inflasi tertinggi di Kota Sukabumi sebesar 0,84%, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Bandung sebesar 0,20%. Komoditas penyumbang inflasi m-to-m diantaranya telur ayam ras, cabai merah, minyak goreng, cabai rawit dan bawang merah.
Inflasi y-on-y Desember 2024 tercatat mencapai 1,64%. Penyumbang utama inflasi y-on-y diantaranya adalah komoditas emas perhiasan, beras, minyak goreng, sigaret kretek mesin, dan kopi bubuk. Inflasi tertinggi y-o-y terjadi di Kota Sukabumi sebesar 2,59% dan terendah di Kabupaten Subang sebesar 0,93%.
Di akhir kegiatan rilis, Mansur memberikan pertanyaan terkait fenomena kenaikan harga telur ayam yang tidak berbanding lurus dengan penurunan tingkat Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor tanaman pangan. Perlu dilakukan pendalaman, jangan sampai ada faktor perilaku pelaku usaha yang sengaja memainkan harga telur.
Menanggapi hal tersebut, Ninik menyampaikan bahwa harga telur ayam mengalami inflasi di 10 Kota-Kabupaten wilayah survey di Provinsi Jawa Barat, namun terkait apakah pakan yang menyebabkan kenaikan harga telur, perlu dikaji lebih lanjut, bisa jadi ada faktor lainnya. (SD)
Sumber Foto: BPS Jawa Barat
Berita Rilis Statistik Provinsi Jawa Barat disampaikan oleh Ketua Tim Statistik Distribusi, Ninik Anisah. Provinsi Jawa Barat pada Desember 2024 mengalami inflasi m-to-m sebesar 0,35%. Inflasi tertinggi di Kota Sukabumi sebesar 0,84%, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Bandung sebesar 0,20%. Komoditas penyumbang inflasi m-to-m diantaranya telur ayam ras, cabai merah, minyak goreng, cabai rawit dan bawang merah.
Inflasi y-on-y Desember 2024 tercatat mencapai 1,64%. Penyumbang utama inflasi y-on-y diantaranya adalah komoditas emas perhiasan, beras, minyak goreng, sigaret kretek mesin, dan kopi bubuk. Inflasi tertinggi y-o-y terjadi di Kota Sukabumi sebesar 2,59% dan terendah di Kabupaten Subang sebesar 0,93%.
Di akhir kegiatan rilis, Mansur memberikan pertanyaan terkait fenomena kenaikan harga telur ayam yang tidak berbanding lurus dengan penurunan tingkat Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor tanaman pangan. Perlu dilakukan pendalaman, jangan sampai ada faktor perilaku pelaku usaha yang sengaja memainkan harga telur.
Menanggapi hal tersebut, Ninik menyampaikan bahwa harga telur ayam mengalami inflasi di 10 Kota-Kabupaten wilayah survey di Provinsi Jawa Barat, namun terkait apakah pakan yang menyebabkan kenaikan harga telur, perlu dikaji lebih lanjut, bisa jadi ada faktor lainnya. (SD)
Sumber Foto: BPS Jawa Barat