Kabar Wilayah

Provinsi Jawa Barat pada Bulan Januari 2025 Mengalami Deflasi (m-to-m) Sebesar 0,68 Persen

03 Februari 2025
Bandung (3/2) – Kepala Bidang Kajian dan Advokasi Kanwil III KPPU, Mansur, menghadiri undangan rilis Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat yang bertempat di Aula Lantai 5 BPS Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung. Rilis ini dihadiri oleh perangkat daerah di lingkungan Provinsi Jawa Barat serta instansi vertikal dengan wilayah kerja Provinsi Jawa Barat.

Berita Rilis Statistik Provinsi Jawa Barat disampaikan langsung oleh Darwis Sitorus Kepala BPS Provinsi Jawa Barat. BPS Provinsi Jawa Barat mencatat, bulan Januari 2025, Provinsi Jawa Barat mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 0,79 persen. Sedangkan secara month to month (m-to-m) terjadi deflasi sebesar 0,68 persen dengan andil deflasi tertinggi disumbang oleh tarif listrik sebesar 1,36 persen. Deflasi m-to-m terdalam terjadi di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Subang masing-masing sebesar 0,99 persen, dan inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kota Sukabumi sebesar 1,50 persen. Adapun Komoditas penyumbang deflasi m-to-m diantaranya tarif listrik, bawang merah, ketimun, tomat, dan sawi hijau.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, turut hadir dan memberikan arahan pada rilis Berita Resmi Statistik (BRS) kali ini. “Dengan fenomena deflasi ini, pemerintah harus bisa menyeimbangkan antara kepentingan produsen dengan konsumen. Kalau inflasi terlalu tinggi, kasihan konsumen. Kalau deflasi terlalu dalam, kasihan produsen”, terang Herman. Data ini perlu dimanfaatkan dengan maksimal, hasil yang baik hanya bisa dilakukan dengan pengambilan keputusan yang baik juga, yang didasarkan pada data yang baik.

Kedepan BPS Jawa Barat akan meningkatkan pembinaan statistik sektoral dengan target mengunjungi perangkat-perangkat daerah di Jawa Barat melalui program Nganjang Jabar Caang. [aa]

Sumber Foto: BPS Jawa Barat
Gambar Berita
Thumbnail 1
Thumbnail 2
Thumbnail 3

Bagikan Halaman