Aksi Institusi

Natal KPPU 2025: Menguatkan Solidaritas di Tengah Agenda Reformasi Persaingan Usaha

10 Januari 2026

Jakarta (10/1) – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyelenggarakan Ibadah dan Perayaan Natal Tahun 2025 pada Sabtu, 10 Januari 2026 di Jakarta. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi spiritual sekaligus penguatan kebersamaan insan KPPU di tengah berbagai tantangan kelembagaan yang dihadapi sepanjang tahun.

 

Perayaan Natal KPPU 2025 mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, sejalan dengan Tema Natal Nasional 2025. Tema ini dimaknai tidak hanya dalam konteks keluarga personal, tetapi juga keluarga besar KPPU sebagai institusi negara yang terus berupaya menjaga amanah, integritas, dan ketangguhan dalam menjalankan tugas pengawasan persaingan usaha.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KPPU M. Fanshurullah Asa, sejumlah Anggota KPPU yakni Gopprera Panggabean, Mohammad Reza, Eugenia Mardanugraha, dan Budi Joyo Santoso, serta Plt. Sekretaris Jenderal KPPU Lukman Sungkar. Kegiatan ini juga diikuti oleh jajaran pegawai KPPU beragama Nasrani, Mantan Anggota KPPU, serta undangan lainnya dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan.

 

Dalam sambutannya, Ketua KPPU menekankan bahwa Natal menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, kerukunan, dan harmoni di tengah keberagaman, sekaligus meneguhkan keyakinan akan kehadiran Tuhan dalam setiap perjalanan institusi. Ia menyampaikan bahwa KPPU saat ini tengah menghadapi berbagai dinamika dan tantangan strategis, termasuk proses penyusunan amandemen Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

 

“Tema Natal tahun ini sesuai Matius 1:21-24 mengingatkan kita bahwa Tuhan selalu hadir dalam menyelamatkan keluarga. Saya percaya, kehadiran Tuhan yang sama juga menolong dan menyertai keluarga besar KPPU dalam menghadapi tantangan kelembagaan, termasuk dalam ikhtiar kita memperkuat fondasi hukum persaingan usaha melalui amandemen Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999,” ujar Ketua KPPU dalam sambutannya.

 

Lebih lanjut, Ketua KPPU menyampaikan bahwa semangat Natal harus diterjemahkan dalam sikap saling menopang, menjaga komunikasi yang sehat, serta memperkuat solidaritas internal, agar KPPU tetap kokoh sebagai institusi yang dipercaya publik. Ia juga mengajak seluruh insan KPPU untuk menjauhkan diri dari sikap-sikap yang dapat merusak persaudaraan dan toleransi, serta terus berjalan bersama dalam kebersamaan di tengah perbedaan.

 

Perayaan Natal KPPU 2025 diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi sumber energi moral dan spiritual bagi seluruh jajaran KPPU untuk memasuki tahun 2026 dengan semangat baru, integritas yang terjaga, dan komitmen yang semakin kuat dalam mewujudkan persaingan usaha yang sehat dan berkeadilan di Indonesia.

Gambar Berita
Thumbnail 1
Thumbnail 2
Thumbnail 3
Thumbnail 4
Thumbnail 5

BAGIKAN HALAMAN