Kabar Wilayah

Menjelang Bulan Ramadan Provinsi Jawa Barat Mengalami Deflasi

03 Maret 2025
Bandung (3/3) – Kepala Bidang Kajian dan Advokasi Kanwil III KPPU, Mansur, menghadiri undangan rilis Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat. Rilis disampaikan langsung oleh Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Darwis Sitorus, dan dihadiri oleh perangkat daerah di lingkungan pemerintah daerah Provinsi Jawa Barat serta instansi vertikal yang berada di Provinsi Jawa Barat.

Pada bulan Februari 2025, Provinsi Jawa Barat secara year on year (y-on-y) mengalami deflasi sebesar 0,27 persen. Secara month to month (m-to-m) terjadi deflasi sebesar 0,61 persen. Deflasi m-to-m terdalam terjadi di Kabupaten Majalengka sebesar 0,97 persen dan deflasi y-on-y terdalam terjadi di Kabupaten Subang sebesar 1,04 persen. Komoditas penyumbang deflasi m-to-m diantaranya tarif listrik yang merupakan penyumbang andil deflasi terbesar, yaitu sebesar 0,68 persen, diikuti oleh komoditas hortikultura, yaitu cabai merah 0,04 persen, bawang merah 0,04 persen, cabai rawit 0,04 persen, dan tomat 0,03 persen.

Nilai Tukar Petani (NTP) bulan Februari 2025 turun 0,56 persen dibandingkan bulan Januari 2025 dengan nilai 114,17 menjadi 113,53. Begitupun untuk Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) bulan Februari turun 1,03 persen dibanding dengan bulan Januari 2025 dengan nilai 116,61 menjadi 115,40. Subsektor yang berpengaruh adalah hortikultura dan peternakan dengan komoditas penyumbang penurunan NTP dan NTUP pada indeks harga yang diterima petani (It) antara lain cabai merah, tomat, dan cabai rawit.

Informasi lain yang disampaikan adalah rata-rata harga beras di penggilingan bulan Februari 2025 secara m-to-m naik sebesar 0,88 persen dan secara y-on-y turun sebesar 9,70 persen dengan harga rata-rata Rp13.171 per kilogram. [aa]
Gambar Berita
Thumbnail 1
Thumbnail 2

Bagikan Halaman