Kabar Wilayah
KPPU Tinjau Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Gresik
10 Oktober 2025
Gresik (10/10) – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melalui Kantor Wilayah IV Surabaya melakukan survei lapangan untuk meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada 10 Oktober 2025. Kegiatan ini dipimpin oleh Plt. Kepala Kanwil IV KPPU Surabaya Dyah Paramita, bersama tim Sekretariat KPPU Kanwil IV, dan dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Herawan Eka Kusuma.
Dalam kegiatan tersebut, tim KPPU juga melakukan dialog dengan Moh. Dhofir, guru sekaligus penanggung jawab MBG di SMA Negeri 1 Gresik, serta Muhadi dari unsur Koramil setempat, dan Adinda Enno W., Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beserta jajarannya.
Survei ini bertujuan untuk menilai pelaksanaan program MBG di tingkat daerah sekaligus memastikan kesesuaiannya dengan kebijakan nasional yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Selama kunjungan, tim KPPU mendatangi beberapa lokasi, antara lain Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik dan SMA Negeri 1 Gresik.
Herawan menjelaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan langsung dalam pembentukan maupun pengawasan SPPG sebagai pelaksana program MBG. Dinas Pendidikan hanya berperan dalam pemantauan terhadap sekolah penerima bantuan tanpa turut serta dalam pengelolaan teknis maupun penentuan sasaran penerima.
Berdasarkan hasil survei, saat ini terdapat empat SPPG aktif di Gresik yang beroperasi di Kecamatan Menganti, Kebomas, dan Suci, dengan total penerima manfaat mencapai sekitar 167.000 siswa dari jenjang PAUD hingga SMP. Namun, pelaksanaan program dinilai masih perlu diperkuat karena jumlah SPPG relatif terbatas dan koordinasi dengan pemerintah daerah belum optimal.
Di SMA Negeri 1 Gresik, tim KPPU menemukan bahwa program MBG telah mulai berjalan sejak 6 Oktober 2025 dan mendapat sambutan positif dari siswa serta orang tua. Sekolah bekerja sama dengan SPPG Gending sebagai penyedia makanan bagi 1.276 siswa penerima manfaat. Distribusi makanan dilakukan setiap hari pukul 11.30 WIB, bertepatan dengan waktu istirahat kedua, dengan pengawasan kualitas dan kelayakan makanan oleh petugas sekolah bersama pihak SPPG.
Dalam kegiatan tersebut, tim KPPU juga melakukan dialog dengan Moh. Dhofir, guru sekaligus penanggung jawab MBG di SMA Negeri 1 Gresik, serta Muhadi dari unsur Koramil setempat, dan Adinda Enno W., Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beserta jajarannya.
Survei ini bertujuan untuk menilai pelaksanaan program MBG di tingkat daerah sekaligus memastikan kesesuaiannya dengan kebijakan nasional yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Selama kunjungan, tim KPPU mendatangi beberapa lokasi, antara lain Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik dan SMA Negeri 1 Gresik.
Herawan menjelaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan langsung dalam pembentukan maupun pengawasan SPPG sebagai pelaksana program MBG. Dinas Pendidikan hanya berperan dalam pemantauan terhadap sekolah penerima bantuan tanpa turut serta dalam pengelolaan teknis maupun penentuan sasaran penerima.
Berdasarkan hasil survei, saat ini terdapat empat SPPG aktif di Gresik yang beroperasi di Kecamatan Menganti, Kebomas, dan Suci, dengan total penerima manfaat mencapai sekitar 167.000 siswa dari jenjang PAUD hingga SMP. Namun, pelaksanaan program dinilai masih perlu diperkuat karena jumlah SPPG relatif terbatas dan koordinasi dengan pemerintah daerah belum optimal.
Di SMA Negeri 1 Gresik, tim KPPU menemukan bahwa program MBG telah mulai berjalan sejak 6 Oktober 2025 dan mendapat sambutan positif dari siswa serta orang tua. Sekolah bekerja sama dengan SPPG Gending sebagai penyedia makanan bagi 1.276 siswa penerima manfaat. Distribusi makanan dilakukan setiap hari pukul 11.30 WIB, bertepatan dengan waktu istirahat kedua, dengan pengawasan kualitas dan kelayakan makanan oleh petugas sekolah bersama pihak SPPG.