Kabar Wilayah
KPPU Kanwil IV Lakukan Advokasi Pengawasan Kemitraan Program Makanan Bergizi Gratis di Kota Batu
09 Oktober 2025
Batu (9/10) – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melalui Kantor Wilayah IV Surabaya melaksanakan kegiatan advokasi pengawasan kemitraan pada Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batu, Jawa Timur. Kegiatan ini diwakili oleh Tim Bidang Kajian dan Advokasi Kanwil IV KPPU Achmad Afifuddin dan turut dihadiri oleh Ketua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ngaglik Alif Restu M. Program SPPG Ngaglik yang mulai beroperasi sejak September 2025 ini melayani 20 satuan pendidikan, terdiri atas 10 PAUD/TK, 6 SD/MI, 1 SMP, dan 3 SMA/SMK di wilayah Kota Batu.
Dalam kegiatan tersebut, KPPU menekankan pentingnya penerapan prinsip kemitraan yang sehat dan profesional antara pelaksana program dan pemasok bahan baku. “Kemitraan yang dijalankan secara transparan dan berprinsip bisnis yang sehat akan membantu memastikan kualitas produk makanan MBG yang baik dan berkelanjutan,” ujar Achmad.
Sementara itu, Alif menjelaskan bahwa SPPG Ngaglik bermitra dengan Koperasi Mitra Sahabat Sejati sebagai pemasok bahan makanan. Ia menegaskan bahwa pihaknya menerapkan standar ketat dalam proses penerimaan bahan baku agar sesuai dengan kebutuhan dan kualitas yang telah ditetapkan.
Achmad menambahkan bahwa evaluasi rutin terhadap pemasok juga perlu dilakukan sebagai bentuk pengawasan kemitraan. “SPPG perlu melakukan evaluasi berkala terhadap pemasok, dan bila kualitas bahan baku tidak memenuhi standar, pelaksana program harus proaktif mencari alternatif. Langkah ini tidak hanya menjaga kualitas gizi siswa, tetapi juga mendorong pertumbuhan UMKM lokal sebagai mitra pemasok,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, KPPU menekankan pentingnya penerapan prinsip kemitraan yang sehat dan profesional antara pelaksana program dan pemasok bahan baku. “Kemitraan yang dijalankan secara transparan dan berprinsip bisnis yang sehat akan membantu memastikan kualitas produk makanan MBG yang baik dan berkelanjutan,” ujar Achmad.
Sementara itu, Alif menjelaskan bahwa SPPG Ngaglik bermitra dengan Koperasi Mitra Sahabat Sejati sebagai pemasok bahan makanan. Ia menegaskan bahwa pihaknya menerapkan standar ketat dalam proses penerimaan bahan baku agar sesuai dengan kebutuhan dan kualitas yang telah ditetapkan.
Achmad menambahkan bahwa evaluasi rutin terhadap pemasok juga perlu dilakukan sebagai bentuk pengawasan kemitraan. “SPPG perlu melakukan evaluasi berkala terhadap pemasok, dan bila kualitas bahan baku tidak memenuhi standar, pelaksana program harus proaktif mencari alternatif. Langkah ini tidak hanya menjaga kualitas gizi siswa, tetapi juga mendorong pertumbuhan UMKM lokal sebagai mitra pemasok,” tegasnya.