Kabar Wilayah
Kanwil III Menghadiri Undangan Rilis Berita Resmi Statistik BPS Jabar terkait Profil Kemiskinan dan Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Jabar
Bandung (25/7) – Tim dari Kanwil III KPPU menghadiri undangan Rilis Berita Statistik BPS Provinsi Jawa Barat bertempat di Aula BPS Provinsi Jawa Barat. Perangkat Daerah Provinsi Jawa Barat serta Instansi Vertikal yang berada di Jawa Barat turut hadir dalam kegiatan tersebut. Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Barat mengenai Profil Kemiskinan dan Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Maret 2025 disampaikan oleh Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Darwis Sitorus. Adapun sumber data penghitungan kemiskinan berasal dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang biasanya dilakukan 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret dan September, tetapi khusus Susenas Maret 2025 dilakukan pada Februari 2025 karena Maret 2025 bersamaan dengan bulan Ramadan yang dapat mempengaruhi pola konsumsi rumah tangga. Garis kemiskinan (GK) di Jabar pada Maret 2025 sebesar Rp547.752/kapita/bulan, naik sebesar 2,29% dibandingkan September 2024 dengan sumbangan komoditi makanan terhadap GK mencapai 74,88%. Adapun komoditi yang memberikan sumbangan terhadap GK antara lain beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras, serta kopi bubuk dan kopi instan (sachet). Untuk penduduk miskin Jabar pada Maret 2025 sebanyak 3,65 juta orang atau 7,02%, berkurang 13,61 ribu orang atau turun 0,06% poin dibandingkan September 2024. Untuk Indeks kedalaman kemiskinan Jabar pada Maret 2025 sebesar 1,17 dan Indeks Keparahan Kemiskinan sebesar 0,29 dimana keduanya mengalami kenaikan dibandingkan September 2024. Tingkat ketimpangan Jabar menurut Gini Ratio sebesar 0,416 dan kriteria Bank Dunia persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40% terbawah sebesar 16,67% yang masuk kategori sedang dan keduanya menunjukan ketimpangan menurun jika dibandingkan dengan September 2024. Secara kuantitas, kemiskinan di Jabar pada Maret 2025 dibandingkan September 2024 mengalami penurunan, begitupun dengan ketimpangannya, tetapi secara kualitas penduduk miskin mengalami penurunan yang ditunjukkan dengan kenaikan Indeks Kedalaman dan dan keparahan Kemiskinan. (MU)