Kabar Wilayah
Kantor Wilayah VI KPPU Makassar Menghadiri Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) Provinsi Sulawesi Selatan Bulan November 2025
Makassar (1/12) – Plt. Kepala Kantor Wilayah VI Makassar, Dahliana Tanur menghadiri kegiatan Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) mengenai Indikator Strategis Provinsi Sulsel bulan November 2025 yang diselenggarakan secara rutin oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan. Tampak hadir juga pada forum tersebut, Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan, Kementerian Keuangan Sulawesi Selatan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang dalam hal ini mencakup Biro Perekonomian dan Dinas Ketahanan Pangan serta Perum Bulog Kanwil Sulselbar. Kegiatan berlangsung di Ruang Bawakaraeng Lantai 3 Kantor BPS Provinsi Sulawesi Selatan Jl. Haji Bau No. 6 Makassar. Ketua Tim Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sulsel, Suri Handayani, memaparkan terkait rilis kondisi Inflasi, Nilai Tukar Petani (NTP), Transportasi, Pariwisata, Ekspor dan Impor Sulsel November 2025. Dalam paparannya dijelaskan mengenai pergerakan harga Sulsel mengalami deflasi, dan pariwisata mencatat kinerja yang mengembirakan, sementara aktivitas ekspor dan impor masih mengalami surplus. Berdasarkan survei dari BPS, Sulawesi Selatan mengalami inflasi sebesar 2,73 persen (y-on-y/Inflasi November 2025 terhadap November 2024). Beberapa komoditas yang mengambil andil dominan yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau terutama beras, ikan, hingga daging ayam ras. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya masih mengalami inflasi tertinggi, yang disumbang oleh komoditi emas perhiasan. Inflasi (y-on-y) antar wilayah Sulawesi Selatan tertinggi terjadi di Kota Parepare sebesar 3,84 persen degan IHK 109,99 dan terendah terjadi di di Kota Palopo sebesar 2,27 persen dengan IHK 108,23. Sementara itu IHK Sulsel month to month (m-to-m) mengalami deflasi pada November 2025 sebesar -0,07 persen dengan penyumbang utama deflasi dari kelompok makanan, minuman dan tembakau, yaitu tomat, beras, ikan, hingga jagung manis. Selain itu kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga: informasi, komunikasi, dan jasa keuangan: Transportasi: serta kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya juga turut mengalami deflasi. Dalam diskusi, Dahliana menanggapi terkait salah satu komoditas penyumbang inflasi yakni daging ayam broiler dan telur ayam ras. Dikemukakan oleh Dahliana bahwa kenaikan tersebut diduga akibat penurunan produksi jagung pipilan kering yang memicu kenaikan harga pakan ternak. Selain itu, tingginya permintaan telur menjadi penyebab kenaikan harga, terdapat peningkatan permintaan telur ayam sebagai salah satu menu andalan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berdampak pada indeks perkembangan harga. Dalam hal ini, KPPU belum mengeluarkan tanggapan resmi spesifik mengenai kenaikan harga daging ayam broiler dan telur ayam ras di tahun 2025, namun KPPU akan menanggapi isu ini dengan mengawasi praktik persaingan tidak sehat yang mungkin terjadi, seperti kartel atau penimbunan. Kenaikan harga dapat dipengaruhi berbagai faktor yang perlu dipantau, seperti kelangkaan pasokan atau lonjakan permintaan. Meskipun demikian, KPPU tetap melakukan pengawasan terhadap kenaikan harga yang akan mengacu pada fungsi KPPU sebagai Lembaga pengawas persaingan usaha, terutama dalam mencegah praktik-praktik yang merugikan konsumen dan mengganggu stabilitas pasar.