Kabar Wilayah
Kantor Wilayah VI KPPU Makassar Hadiri “Sulsel Talk Periode November 2025”
Makassar (17/11) – Plt. Kepala Kantor Wilayah VI KPPU Makassar, Dahliana Tanur menghadiri kegiatan Diseminasi “Sulsel Talk Periode November 2025”. Kehadiran Kantor Wilayah VI KPPU Makassar dalam forum ini menjadi bentuk dukungan terhadap upaya percepatan pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui kolaborasi lintas lembaga. Acara tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam rangka melaksanakan fungsi advisory dan mendukung perumusan kebijakan bagi Pemerintah daerah. Pada kesempatan kali ini mengusung tema “Akselerasi Investasi Untuk Peningkatan Kapasitas & Daya Saing Ekonomi Sulawesi Selatan di Era Transformasi”, diselenggarakan di Baruga Phinisi lantai 4, Kantor Perwakilan BI Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman Kota Makassar. Forum tersebut membahas perkembangan kondisi ekonomi terkini, pendalaman isu strategis daerah dan proyeksi (outlook) perekonomian Sulsel Tahun 2025. Diawali dengan pemaparan dari Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, yang menjelaskan strategi akselerasi investasi untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing ekonomi Sulsel di era transformasi. Selanjutnya, Hermanto Siregar, Rektor Perbanas Institute sekaligus Guru Besar Ilmu Ekonomi IPB University, menyampaikan materi mengenai upaya peningkatan daya saing regional serta pentingnya investasi swasta dalam mempercepat transformasi ekonomi Sulawesi Selatan. Kegiatan ini juga menghadirkan paparan dari Inyo, Kepala Bidang Perekonomian dan SDA Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, yang menjabarkan arah kebijakan investasi daerah dan langkah strategis pemerintah provinsi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Perekonomian Sulsel pada Triwulan (TW) III 2025 menunjukkan pertumbuhan yang stabil di tengah perlambatan ekonomi global. Inflasi daerah juga tercatat tetap terkendali, meski tekanan tertinggi datang dari kenaikan harga emas perhiasan. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, mengungkapkan bahwa ekonomi Sulsel tumbuh 5,01 persen (yoy), angka yang lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya. Rizki memaparkan sejumlah isu perekonomian serta tantangan yang akan dihadapi Sulsel ke depan. Ia optimistis kondisi ekonomi daerah ini masih akan terjaga baik hingga akhir tahun 2025, didukung perbaikan permintaan domestik dan stabilitas harga yang terus dijaga. “Kondisi ini menunjukkan daya tahan ekonomi Sulsel masih kuat, terutama ditopang sektor pertanian, perdagangan, dan konstruksi,” ungkap Rizki.