Kabar Wilayah
Inflasi Jawa Barat m-to-m 0,21 Persen, Daging Ayam Ras Menjadi Penyumbang Terbesar
01 Oktober 2025
Bandung (1/10) – Di Provinsi Jawa Barat, pada September 2025 terjadi inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,21 persen. Tingkat inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,19 persen, sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,57 persen. Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Darwis Sitorus pada rilis Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Provinsi Jawa Barat yang juga dihadiri oleh tim dari Bidang Kajian dan Advokasi Kanwil III KPPU serta perangkat daerah dan instansi vertikal yang berada di wilayah Jawa Barat.
Harga daging ayam ras kembali jadi sorotan, secara m-to-m andil inflasi tertinggi disumbang sebesar 0,15 persen oleh komoditas ini. Harga daging ayam ras mengalami kenaikan disebabkan meningkatnya permintaan di pasar terutama melonjaknya kebutuhan untuk program Makan Bergizi Gratis. Kemudian andil inflasi berikutnya adalah emas perhiasan sebesar 0,08 persen, diikuti cabai merah sebesar 0,06 persen, serta air kemasan dan ikan kembung masing-masing sebesar 0,01 persen.
Darwis menyatakan bahwa dari 10 kabupaten/kota yang menjadi pantauan inflasi di Jawa Barat, seluruhnya mengalami inflasi pada September 2025. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tasikmalaya sebesar 0,32 persen, sementara terendah di Subang sebesar 0,07 persen. Selain komoditas yang menyumbang inflasi, ada juga yang mengalami penurunan harga dan menyumbang andil deflasi, yaitu komoditas bawang merah memberikan andil deflasi sebesar 0,09 persen dan tomat menyumbang andil deflasi 0,05 persen. Selain emas perhiasan, komoditas yang mempengaruhi inflasi/deflasi didominasi oleh kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau. [aa]
Sumber Foto: BPS Jawa Barat
Harga daging ayam ras kembali jadi sorotan, secara m-to-m andil inflasi tertinggi disumbang sebesar 0,15 persen oleh komoditas ini. Harga daging ayam ras mengalami kenaikan disebabkan meningkatnya permintaan di pasar terutama melonjaknya kebutuhan untuk program Makan Bergizi Gratis. Kemudian andil inflasi berikutnya adalah emas perhiasan sebesar 0,08 persen, diikuti cabai merah sebesar 0,06 persen, serta air kemasan dan ikan kembung masing-masing sebesar 0,01 persen.
Darwis menyatakan bahwa dari 10 kabupaten/kota yang menjadi pantauan inflasi di Jawa Barat, seluruhnya mengalami inflasi pada September 2025. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tasikmalaya sebesar 0,32 persen, sementara terendah di Subang sebesar 0,07 persen. Selain komoditas yang menyumbang inflasi, ada juga yang mengalami penurunan harga dan menyumbang andil deflasi, yaitu komoditas bawang merah memberikan andil deflasi sebesar 0,09 persen dan tomat menyumbang andil deflasi 0,05 persen. Selain emas perhiasan, komoditas yang mempengaruhi inflasi/deflasi didominasi oleh kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau. [aa]
Sumber Foto: BPS Jawa Barat