Kabar Wilayah
BPS Jawa Barat Ekonomi Jawa Barat Triwulan III 2025 Tumbuh di Atas Rata-Rata Nasional
25 November 2025
Bandung (5/11) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat menggelar rilis Berita Resmi Statistik yang disampaikan langsung oleh Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Darwis Sitorus, dengan materi Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Keadaan Ketenagakerjaan, dan Pertumbuhan Ekonomi di Aula Lantai 5 Kantor BPS Provinsi Jawa Barat. Tim Bidang Kajian dan Advokasi Kanwil III KPPU turut hadir bersama dengan perangkat daerah dan instansi vertikal lainnya yang berada di wilayah Jawa Barat.
Darwis menyampaikan bahwa Laju Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat pada triwulan III tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,20 persen secara tahunan (y-o-y), sedikit menurun dibanding triwulan II yang tumbuh 5,23 persen, namun tetap lebih tinggi dari rata-rata nasional yang berada di angka 5,04 persen. Secara triwulanan (q-to-q), ekonomi Jawa Barat tumbuh 0,46 persen, lebih rendah dibanding triwulan II yang tumbuh 2,33 persen, akan tetapi masih menunjukkan tren positif terutama dari sisi industri pengolahan dan ekspor bersih. Sementara secara kumulatif (c-to-c), ekonomi Jawa Barat naik 5,14 persen.
Berdasarkan lapangan usaha, industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekonomi Jawa Barat dengan andil 40,94 persen, meningkat 2,49 persen (q-to-q). Sektor perdagangan berkontribusi sebesar 14,38 persen dengan pertumbuhan 0,32 persen, sementara pertanian mengalami kontraksi 6,96 persen. Sektor konstruksi tumbuh 1,50 persen, dan transportasi terkontraksi 1,42 persen.
Darwis menjelaskan, bahwa naiknya mobilitas masyarakat, meningkatnya produksi padi, realisasi investasi PMA dan PMDN, serta aktivitas industri dan konstruksi yang tumbuh konsisten membuat kinerja positif ekonomi di Jawa Barat. Kehadiran 2.565 unit SPPG serta dorongan investasi menjadi bukti bahwa aktivitas ekonomi di Jawa Barat semakin produktif dan merata. [aa]
Sumber Foto: BPS Provinsi Jawa Barat
Darwis menyampaikan bahwa Laju Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat pada triwulan III tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,20 persen secara tahunan (y-o-y), sedikit menurun dibanding triwulan II yang tumbuh 5,23 persen, namun tetap lebih tinggi dari rata-rata nasional yang berada di angka 5,04 persen. Secara triwulanan (q-to-q), ekonomi Jawa Barat tumbuh 0,46 persen, lebih rendah dibanding triwulan II yang tumbuh 2,33 persen, akan tetapi masih menunjukkan tren positif terutama dari sisi industri pengolahan dan ekspor bersih. Sementara secara kumulatif (c-to-c), ekonomi Jawa Barat naik 5,14 persen.
Berdasarkan lapangan usaha, industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekonomi Jawa Barat dengan andil 40,94 persen, meningkat 2,49 persen (q-to-q). Sektor perdagangan berkontribusi sebesar 14,38 persen dengan pertumbuhan 0,32 persen, sementara pertanian mengalami kontraksi 6,96 persen. Sektor konstruksi tumbuh 1,50 persen, dan transportasi terkontraksi 1,42 persen.
Darwis menjelaskan, bahwa naiknya mobilitas masyarakat, meningkatnya produksi padi, realisasi investasi PMA dan PMDN, serta aktivitas industri dan konstruksi yang tumbuh konsisten membuat kinerja positif ekonomi di Jawa Barat. Kehadiran 2.565 unit SPPG serta dorongan investasi menjadi bukti bahwa aktivitas ekonomi di Jawa Barat semakin produktif dan merata. [aa]
Sumber Foto: BPS Provinsi Jawa Barat